Pages

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2011

Hilang semua


Seraya berpikir aku

terduduk merenung

tidak menyesali

tapi lebih meyakini

cinta bukanlah hal menyusahkan

dia hanya dibayangi gelapnya takut

tak ada kata ikatan

tak ada memiliki

tak ada rasa merindui

hanya saja mereka tidak pernah menyadari

mereka menemukan apa yang tak mereka temukan

mereka hilangkan semua kepedihan

hanya

dengan melihat senyuman

yang entah buat siapa

dan jauh lebih berarti

hilang semua

hilang

jauh pergi

karena sakit itu tidak ada

yang ada hanya bahagia


*huging anyone around me :(

Kamis, 10 Februari 2011

Benang itu mencekikku!

Aku melihat diantara kami ada seutas benang yang saling mengikat

hingga kala terjatuh, kita tetap bersama

kemudian mencoba kembali memahami diri

namun yang terasa menjadi menguat

tapi ini bukan ikatan, ini penyiksaan

dimana penuntutan atas segalanya

menjadi hal utama, tanpa memikirkan kesakitan

kala ini aku tak bisa berkata

hanya hati yang meyakini

kita tak akan pernah terus begini

saling mengikat diri

ini adalah pemberontakan hati

tak akan lama lagi menyusupi

para diri yang diam membendung sakit ini

dan kini saatnya kuutarakan

bahwa benang ini mencekik nadi

Rabu, 09 Februari 2011

Tanyamu itu benar

Kala itu kau bertanya

apakah aku bahagia?

Sungguh,aku tak bisa menjawabnya

entah bahagia, entah tidak

dan entahlah

aku merasa senyumku sudah lebar

tapi tidak bagimu

aku yakin binar cita di mataku

kau bilang bukan itu

aku sering melonjak kegirangan

kau tak merasakan

aku sering keasikan sendirian

kau tahu aku kesepian

dan aku sadar

pertanyaanmu benar

apa aku bahagia?

Walau aku tak menjawabnya

namun kau mengerti semua

Musikalisasi Puisi : Belum kembali

Mata tak bisa terbuka melihat indahnya sang senja

berdiri disini mematung waktu tak dapat ku pergi

hati terluka belum kembali

desau angin malam ini

menambah sakitnya

memedihkan lara

Pengganggu

Bodoh sekali

segitu mudahkan membuat pikiran terpenuhi kata-kata

mengisyaratkan

begitu mudahnya terjamahnya hati oleh perasaan penggangu

lalu

meluangkan waktu

menuangkan dalam kertas

sebagai ungkapan kasar

atas segala pengganggu

manusia tidak peduli

bukan berarti tak punya hati

untuk merasakan gerogotan yang mengganggu

aku sungguh benci

kepekaan manusia dalam merasa

terkadang menggangguku

Kenapa aku bisa terdampar disitu lagi

[aku bingung ketika aku tak mau lagi kembali. Tapi kaki selalu tak sengaja menjejak.]

berhari-hari aku berlari

namun masih saja kembali

di ruang penyiksaan yang berlebihan

kenapa sampai aku kemari

padahal bumi sudah kuputari

tapi tempat ini lagi dan lagi

bukan aku benci

hanya merasa sakit disini

kenapa harus aku kembali disini lagi

Jumat, 04 Februari 2011

Rindu Tak Lagi Sama

Sesaat setelah merasa untuk sekedar menengok kebelakang

meramu kembali jejak yang sudah mulai hilang

dengan sedikit kilas memori

dengan mudahnya ku temukan

hamparan masa suka duka

yang sudah aku titih dahulu

mulai perlahan aku meraba

satu persatu bagian

merasakan dalamnya kaki yang terpijakan

hingga ada kerinduan mengerayangi

kerinduan yang tak lagi sama

kerinduan ini bukan milikku lagi

kerinduan yang seharusnya pergi

kerinduan ini tidak lagi terasa nyaman

dan kemanakah akan ku buang?

Untuk sekarang ini, aku biarkan

rindu ini menguap bersama udara malam

*malam kelam*

Jumat, 21 Januari 2011

Lampu merah menggodaku

Hari ini

aku menyusuri jalan yang sudah lama tak kita lewati berdua

aku merasakan suasana berbeda dibentangan kelamnya aspal yang serupa

kembali aku di goda oleh lampu pengatur jalan

memberhentikanku sejenak ditengah deru kendaraan

mendiamkanku untuk mengingat masa dahulu

lampu merah yang menggodaku

tak mau tahu kepentinganku

saat aku menunggu waktu

memberikannya padamu

dia menggodaku

untuk tak berlama-lama menyimpan niat sendirian


karena aku malu menyampaikan rasa terimakasihku

lewat sebatang coklat

hingga kau bertanya, "bukankah malam ini sungguh aneh.

Kita tidak diberhentikan lampu merah sekalipun

hingga kita berjalan terus. "

aku tersenyum mendengar penuturanmu

asal kamu tahu

lampu merah itu sedang menggodaku


on Thursday, June 17, 2010 at 6:58pm

Selasa, 23 November 2010

Antara aku dan ramadhan

untuk pertemuan antara aku dan ramadhan ditahun ini

bukan lagi sambutan yang terlewatkan seperti dulu

aku menyambutnya dengan tangis air mata kebahagiaan

syukur atas kesempatan yang Tuhan berikan

mempertemukan antara aku dan ramadhan

mengijinkanku menghirup kesucian tak terbatas

membiarkan aku meraba setiap dosa

lalu, untuk membersihkan

dan ini antara aku dan ramadhan

pengharapan dapat membentangkan benang

mencipta keintiman aku dan Tuhan

berbentuk semangat menuai setiap ibadah

antara aku dan ramadhan

marhaban ya ramadhan

*on Tuesday, August 10, 2010 at 7:55am

Dia adalah aku

by Kholif Mawadda Dp on Wednesday, November 10, 2010 at 2:53pm
Miris memandang sosok gadis delapanbelas tahun yang berdiri tepat didepanku.

Kantung matanya bercerita bahwa dia baru saja menumpahkan air matanya yang sudah lama ia simpan. Dia terlalu capek untuk mengerti tentang dirinya. Tentang semua kekesalannya yang jadi satu. Tentang temannya yang tiba-tiba menjauhinya. Tentang pipinya yang memerah bekas ditampar.

Matanya sedikit menyipit. Memperhatikan seluruh tubuhnya dari ujung-keujung. Dan sekarang dia merasakan kebencian mereka kepada tubuhnya.
Arrrggh!