Pages

Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juli 2012

"Iya"

Ada rasa debar yang lebih saat kukatakan, "iya". Satu kata namun punya kekuatan dasyat yang membuat rasa ketakutan, bahagia, dan beban. " oke deh," katanya, tanda perbincangan inti kami sudah selesai. Ini adalah sesuatu yang dari dulu aku gembor-gemborkan sebagai keingin, "kepengen". Ya, dulu, masih dalam tingkatan ingin yang terhambat dengan satu hal saja. Sampai sekarang pun, masih kebingungan menyelesaikan hambatan itu. Namun, tiba-tiba saja ada-ada saja yang mendorongku semakin dekat dengan keinginanku. Walaupun aku tidak cukup punya percaya diri.
Tidak, aku harus punya percaya diri, harus punya optimisme, harus yakin kalau bisa. Oleh karena itu aku berani meng-iya-kannya. Tentunya dengan konsekuensi yang ada. Konsekuensi yang bukan main beratnya. Yah, Bismillah saja. Siapa tahu ini pintu menuju jalanku. Yang terbuka sendirinya tanpa kupunya kuncinya dan tanpa perlu ku dobrak untuk membukanya. Hany perlu memulai melangkah, bukan? :) Rumah, 30 Juli 2012.

Sabtu, 05 Maret 2011

Mahasiswa Cenderung Plagiat


Dalam mempublikasi suatu karya ilmiah hasil penelitian yang jelas ada hubunganya dengan masyarakat . Perlu memperhatikan beberapa hal. Seperti salah satunya dalam hal pengambilan suatu informasi milik orang lain. Terutama dalam pengambilan informasi tersebut perlu adanya pencantuman sumber yang terkait. Apabila terdapat pengambilan informasi tanpa sumber, bisa dikatakan sebagai kegiatan penjiplakan.

Penjiplakan (Plagiatisme) inilah yang merupakan kasus berat. Karena sudah menyangkut mengenai tidak ada pengakuanya terhadap hak milik seseorang.
Menurut Ali Saukah,salah satu pembicara dari Universitas Negeri Malang. Bisa disebut sebagai penjiplakan terjadi saat mengambil informasi ataupun pendapat oranglain tanpa dimenyebutkan sumbernya. Pengambilan dapat berupa keseluruhan ataupun sebagian dari hasil tulisan orang lain. Ataupun mengambil ide dari seseorang tanpa mencantumkan sumber. Bahan yang diperolehnya dari internet ini merupakan panduan untuk mahasiswa di Indiana university di Lumingston America. “Agar mereka para mahasiswa dalam menulis retroduction mereka terhindar dari plagiasi tanpa sengaja “, ujarnya dalam workshop bertemakan “Strategi Publikasi Karya Ilmiah Hasil Penelitian” di Auditorium UNNES, sabtu (26/2).
Salah satunya yang dianggap baik dan dapat bisa mengurangi kesalahan dalam penulisan karya ilmiah adalah selama ini masih “adanya kecenderungan yang dilakukan oleh mahasiswa yang merasa tidak mengutip lagi”, ungkapnya . Karena mahasiswa menganggap apa yang mereka tulis sudah menjadi pengetahuan umum, rumus umum. Misalnya saja fakta bahwa di Indonesia itu menggunakan kurikulum KTSP. Itu tidak lagi ada, jadi public knowledge.
Memparafasekan suatu informasi yang diambil dari orang lain. Walaupun sudah dialihkan menggunakan kata-kata sendiri. Namun apabila masih jelas terdapat kesamaan kata-kata dengan penulisan aslinya masih dapat dikatakan dalam plagiatisme.
Selain itu Ali Saukah menambahkan perlu adanya pembatasan karya tulis ilmiah. Untuk mengurangi penggunaan kertas. Seperti halnya yang sudah diterapkan di Malang. Dalam penulisan kaya ilmiah pada bagian seperti pendahuluan dan juga isi bisa dikurangi. Bukan lagi paling sedikit berapa halaman tetapi paling banyak berapa halaman. Apalagi sesuai dengan program UNNES konservasi yang mengurangi penggunaan kertas atau paperless.
Dalam bahan juga disebutkan juga mengenai cara bagaimana menghindari plagiatisme yang secara tidak sengaja dilakukan dalam penulisan karya ilmiah. Karena pada dasarnya dalam kasus pengambilan informasi tanpa menyebutkan sumber secara jelas. Baik itu disengaja maupun tidak. Keduanya dianggap sama dalam ranah hukum.
Supaya tidak disebut sebagai penjiplak. Dalam pengambilan karangan penulisan harus memenuhi standar yang ada. Selain pemberian sumber. Juga dapat disertakan tanda jelas. Seperti halnya tanpa petik maupun bercetak miring.
Acara yang diselenggakan oleh program pasca sarjana UNNES ini bertujuan untuk memotivasi dalam publikasi karya ilmiah, sesuai dengan tema yang diusung. Workshop ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari mahasiswa dan dosen dari program pasca sarjana UNNES dari berbagai wilayah seperti Solo dan Semarang sendiri.
Didalamnya terdapat diskusi panel hasil penelitian dari alumni program pasca sarjana UNNES, seperti Bambang Sumardjoko, Trisyono dan Achmad Hilal Madjdi. Dalam diskusi panel setiap penyaji memaparkan hasil penelitianya didepan 720 peserta yang hadir. Baru setelah diskusi panel diteruskan siding parallel yang dibagi tiga kelompok. Pada masing-masing kelompok terdapat penyaji, moderator juga notulen. Peserta dapat memasuki tempat yang diinginkan. Karena setiap kelompok mempunyai penyaji yang memaparkan karya ilmiah sesuai program studi. “Peserta dibebaskan untuk keluar masuk dari kelompok satu ke kelompok lain sesuai dengan kebutuhan peserta atas penyaji”, Ujar ketua panitia workshop, Supriyadi.
Penyelenggaraan workshop juga melibatkan mahasiswa S1 UNNES untuk ikut membantu jalanya diskusi parallel.

--------------------------------------------------------
Walaupun mempunyai judul yang sama dengan berita kampus ekspress volume IX edisi 1. Tetapi isi yang saya poskan banyak yang berbeda.

Kenapa saya postkan berita ini? Karena berita ini adalah tulisan pertama saya yang tercetak dan disebarkan keseluruh UNNES. Okey, ini hal yang biasa bagi para senior di persma. Tapi bagi saya ini adalah hal luar biasa (ehm, tarik nafas dulu). Yah walaupun terkesan ndeso. Tidak bisa dipungkiri seneng banget rasanya. Yey! Apalagi saya ikut mendistribusikan di kawasan FBS. Bener-bener ikut bangga. :D

Terimakasih sekali pada senior yang sudah ikut andil (hahaha bener-bener keliatan ndeso). And thanks God :)

Kamis, 10 Februari 2011

Other Self Syndrome

Kalau bicara soal cantik , tentunya semua orang setuju kalau cantik itu relatif. Tapi ada beberapa orang yang memang masih berpikiran kalau cantik hanya diukur dari ukuran fisik semata.

Pernah ada seorang cewek yang tidak berhasil mendapatkan cowok idamanya. Dan bilang “Liat aja nanti, gua bakal pake kontak lens, rambut gua rebonding sama gigi gua pakein behel. Lu bakalan nyesel gag mau sama gua”.

Mendengar kalimat yang terlontar aku jadi mikir, kok bisa dia bilang gitu. Padahal secara fisik asli, dia udah cantik, lumayan putih, rambut juga gak keriting, gigi rata gak ada satupun gigi yang keluar sono sini dan dia termasuk diatas rata-rata secara fisik. Apa dia kira kalo cewek cantik ataupun menarik itu cuma cewek yang pake kontak lens, ngerebonding rambut ama pake behel buat magerin giginya???. Aduh kalau emang bener berpikiran kayak gitu dia bener-bener kasihan. Bukanya kasihan karena dia ditolak mentah-mentah sama tuh cowok -peduli amat dia mau ditolak ama tuh cowok-. Tapi aku merasa kasihan aja sama dia karena dengan segala daya upaya –hasyah, kayak nama bus ajah- menggono-mengginikan tubuhnya Cuma biar kelihatan lebih cantik. Dia sebenarnya tidak sadar kalau semua itu adalah bentuk ketidakPDan terhadap diri sendiri. Bisa dibilang itu merupakan salah satu ciri dari penyakit other self syndrome –penyakit buatan red-. Dan masalah yang satu inih banyak sekali melanda pada kaumnya ibu kartini. Makanya banyak banget salon yang dapet untung banyak dari penyakit yang satu inih. Ckckckck. Kasihan….. –untung aku gag termasuk-

Apalagi setelah aku denger-denger ternyata cowoknya gak suka sama si cewek bukan karena si cewek gag cantik tapi karena emang si cowok gag suka sama sikap cewek tadi yang kecentilan sono-sini. -mampus lu, jadi cewek jangan keganjenan hahha-

Sebenarnya buat nanganin penyakit other self syndrome ini gak susah-susah amat kok. Pasalnya tinggal motivasi aja sama diri sendiri. Ubah tuh arti cantik yang selama ini salah kaprah hanya diliat dari fisik sajah. Cantik yang sebenarnya kan cantik yang timbul dari inner beauty –ceille.. gaya banget-. Cantik yang keluar dari dalam diri. Sama sekali gak dibuat-buat dan gak ada hubunganya dengan merubah fisik. Apalagi merubah fisik kan sama aja gag mensyukuri nikmat yang udah dikasihin Tuhan –beh...sok ngajarin nih ceritanya-. Belum lagi masalah biayanya. Habis berapa juta jeng???? Gilak aja, pelajar tapi udah abis berjuta-juta Cuma buat sesuatu yang sama sekali gag penting.

“Loh itu kan uang kita-kita nape lu sewot?”
Bukanya sewot buuuuu…. Tapi yah kalo dipikir-pikir kan gag perlulah keluar masuk salon rutin cuma buat yang begituan –itu namanya pemborosan- apalagi yang belum bisa ngehasilin uang sendiri, masih nadah uang dari orang tua. Mendingan dibuat beli apa kek yang lebih berguna.

“itu juga berguna kan… la kan ngerawat diiri??”
Ngerawat diri kan gak usah yang mahal. Cukuplah mandi rutin, shampooan, kalopun mau krimbat yah seperlunya. Jadi kan gag terlalu banyak nguras duit. Tul gag???. Kalo masalah behel yah kalo emang gak ada masalah sama gigi, mending gak usah pake gituan, cumin buat gaya doing. Mubazir tau. Kalo mau tuh giginya direbonding dan rambutnya di behel in. kan gaya juga tuh…

“napa sih lu ceret banget, ngurusin orang??”
Gak maksud gitu… tapi aku cumin mau ngasih saran ajah. Kalo mau didenerin sama dilakuin yah sukur. Tapi kalo masih ngerasa itu bener, aku juga gak maksa kok.



Kecantikan itu relatif. Tergantung diri sendiri, gimana memaknainya.

Siapa Dirimu bukan Dirinya

Kau yang disana
Siapa dirinya
Buatku bertanya
Kesan pertama
Sungguh mempesona
Inginku mengenalnya

Di kepalaku ada cinta yang menggila
Sudikah kamu mengenalku
Mendekati aku


Lagu Gita Gutawa featuring Maia membuka pagiku dan Risna, teman sekamarku di kos. Seperti biasa bangun pagi kita mempunyai ritual rutin buat membentuk mood yaitu mendengarkan musik sambil nyanyi-nyanyi kayak di karaoke tapi bedanya kita ndengerin hanya lewat speaker handphone. Bahkan kalau kami lagi dalam taraf kegilaan yang menjadi-jadi kami bisa joget-joget dangdut diiringi lagu pop. Tapi buat kami kebiasaan yang sangat aneh ini malah jadi obat buat menghadapi hari yang melelahkan.

Aku yang mulai terbawa arus melody Gita Gutawa mulai menyanyi-nyanyi ria mengikuti lirik. Sedangkan Risna yang masih asik bergelut dengan setrikaanya, hawanya malas untuk menemaniku karaokean. Yah, aku cuek aja melanjutkan kesibukanku itu sendiri. Sampe tiba-tiba Risna menyela nyanyianku.

Risna: “heh bukan dirinyatapi dirimu tau!”
Aku:” ……….” ;masih gak ngeh maksudnya apa?;
Risna: “Kau yang disana siapa dirimu bukan Dirinya” ;menjelaskan, sepertinya dia tahu ketidakngehanku;
Aku: “gak yo, siapa dirinya. Aku denger tadi.”
Risna: “aku dengernya siapa dirimu. Bukan dirinya.” ;kekeh dengen pendiriannya;
Aku: “loh tapi setahuku siapa dirinya.” ;aku gak mau kalah, aku denger sendiri sih;
Risna; “yah gak mungkin, logikanya kan kau yang disana mestinya habis itusiapa dirimu bukan dirinya. ”
Aku : “ya gak kau yang disana siapa dirinya toh, gimana sih?” ;aku yang gak begitu yakin, mulai agak ciut;
Aku: “oke, taruhan yoh. Dirinya ato dirimu. ”
Risna: “boleh.”
Aku: “yang kalah nyium lantai.” ;aku dan Risna melihat lantai kamar yang agak kotor karena belum disapu;
Risna: “okeh.” ;hahahah siapakah yang akan mendapatkan ciuman dari lantai??;
Aku: “mending kita liat di internet ajah.”

aku mulai membuka opera miniku di handphone lalu serching di GOOGLE. Dan akhirnya tampil diatas layarku lirik yang berjudul Mau Tapi Mau. Aku mulai membacakan bait pertama.
Kau yang disana
Ku lanjutkan dengan bait kedua.
Siapa dirinya
Nah loh, dirinya kan. Nyahok lu Ris. Cium tuh lantai.

Aku: “tuh kan Ris dirinya kan. Gak percaya sih kamu. Sekarangg saatnya cium lantai duluh.”
Risna : “masak dirinya?? salah tuh internetnya” ;ngeles,takut nyium lantai kan?;
Aku: “wuh yah gak lah. Ya uda aku cari dari blog laen nih.”

Dan hasilnya masih sama
Aku: “udah emang liriknya gitu. Mau dicari dari mana ajah yah sama kale.”
Risna : “nih ya adanya siapa disana kan ya dirimu, itu kan orang kedua. Kalau dirinya kan orang ketiga. Mau Tanya sama Pak Teguh apa?”
Aku : “boleh.”
Risna: “…… “
Aku: “atau mau vote anak-anak ajah nanti disekolah. Tapi hukumanya cium lantai sekolah.”
Risna: “gak maulah. Mau membunuh karakterku apa? Gilak. “
Aku: “ah wagu… “

Aku dan Risna pun ketawa cekikian. Melihat tingkah kami tadi yang emang bisa dibilang sangat-Sangat-sangat kurang kerjaan itu. Walaupun hukuman mencium lantai itu belum terlaksana karena alasan Risna yang bermacam-macam mulai lantainya belum bersihlah, mau dipel dulu lah. Tapi jangan harap Ris, kau terlepas dari jeratan hukumanmu itu. Besuk akan ku tagih.
Hahahhahahahhah…. Bersiaplah mencium lantai kos ris.

siapa dirimu apa siapa dirinya?????????

Minggu, 04 April 2010

rumusan sederhana kisah cinta

Baru saja tadi malam aku mendengarkan radio yang sudah lama tak ku jamah. Karena waktu yang sudah larut, jadinya susah buat menemukan chanel (ini tV ato radio ya?) yang bagus. untungnya masih ada siaran dari radio lokal yang membahas tentang curhatan. sebenernya sih gak ada maksud buat dengerin. Cuman buat temen di kos. Kebetulan kos-kosan tadi malem sepi nyenyet. Cuman ada aku sendiri. yah jadi radiolah yang jadi teman malam itu. Walaupun radionya tak cuekin, sedangkan aku asik berkutik dengan soal-soal.

selagi aku baru penat sama soalnya. Gantian deh semua perhatian tercurah pada radio. eeeeee... gak sengaja pas dibagian yang bagus bange. Tentang tahapan yang umumnya dilalui oleh cerita cinta.

disebuah kisah cinta yang sering kali para remaja alami. Biasanya ada tahap-tahapanya. Dimulai dari kisah cinta pertama yang begitu menggugah. pengalaman yang baru pertama kali dirasakan. Membuat diri melayang jauh. tapi ada saatnya nanti tiba-tiba jatuh. dan ouch.. sakit sekali rasanya. Maklum baru sekali ini dapat cambukan yang begitu pedih. kemudian setelah itu mulai lagi dengan yang baru. dan jatuh lagi. tapi rasa sakitnya tak sesakit yang dulu. mulai dari sinilah ada rasa dendam dan benci , jadi satu. Congkakpun malah ikut-ikutan datang. Merasa dirinya tak pantas diperlakukan begitu. dan hati mulai berkata 'Kau akan menyesal nantinya'. yah waktu kemudian berjalan. terus dan terus. Masih saja angkuh. Tak bisa menerima yang namanya yang bukan kaumnya. Namun sekeras apapun batu, pasti akan kikis jua dengan air hujan. Baru ada yang mau membuka hatinya. Dan jadi cinta sejatinya.

Begitulah kurang lebihnya rumusan kisah cinta. Pasti ada fasenya. Nikmati aja. Rasa bahagianya, sedihnya, sakitnya, jengkelnya, dan juga angkuhnya.