Pages

Tampilkan postingan dengan label Teriakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teriakan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Mei 2013

Useless

Hal yang paling menyedihkan didunia ini adalah mengetahui "keberadaanku tidak berguna".

I wont ask you to come again. Come, if you need me. If yo dont, you should not come.

Minggu, 05 Mei 2013

Hilanglah Senja

Ternyata percuma menunggu senja datang. Dia hanya datang sebentar kemudian pergi. Bahkan dengan menyisakan sayatan di ulu hati.

"Aku juga sedang tidak ingin menemuimu lagi senja, besok atau seterusnya." Jawabku melalui pesan singkat.

Kata itu tidak pernah kukirimkan sebelumnya. Ini yang pertama, dan rasanya semakin merobekkan hati yang perih ini.

Kamu yang memulainya, dan kamu benar keterlaluan kali ini. Aku tidak akan membuatmu ada lagi di kehidupan. Mulai sekarang, setelah siang akan dilanjutkan malam. Karena Senja sudah hilang.

Sabtu, 16 Februari 2013

Morning-ache

I'm sick of it!
You  asked me doing something, and blamed me in after i did it. If i were wrong, tell me the right one calmly. Don't judge me wrong, slow or others-me-in-your-mind.

You should know that I'll try my best. Even I cannot do it. I'll try. Dont be afraid.

I do need your hugging, your voice in low intonation. I knew that is your character, but would you like to be calm to me. You said that every children has their treatment. You make me understand that the wrong get the punishment, the high voice and your angry. I'll cry then in my bed.
I promise, I won't give my children the same treatment. I'll prove that Angry is not everything. The angry is not the best way in educating children. I'll prove it.

Jumat, 08 Februari 2013

Memulai

"Merangkak dari mana dulu ya?"

Hanya kebingungan aku harus memulai dari mana. Sebenarnya ada banyak tawaran yang berdatangan. Tapi tidak tahu kenapa, selalu saja ada alasan untuk menolak. Kurang inilah, belum punya itulah. Ribet.

Aku sendiri bingung kenapa begitu. Diorganisasi atau sejenisnya pun aku sudah mulai melakukannya tidak maksimal. Mungkin memang saatnya merangkak dari satu tempat ketempat lain. Mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Hingga tahulah nantinya mau kemana. Semakin cepat semakin baik. Teorinya begitu.

Semoga ini bukan pelampiasan ketakutanku saja. Semoga ada pergerakan. Amin. Waaa banyak plan yang ada dikepala. Bismillah. :)

Rabu, 06 Februari 2013

Ketakutan

Sebatang lilin. Ditengah kegelapan. Menyala. Menerangi. Namun membakar dirinya. Hingga habis tak bersisa.

Mereka hanya butuh pencahayaan dari lilin. Setelah lilin itu mati, hanya sisa yang tak terpakai.

Sekian.Terimakasih atas segala pelajarannya.

Sabtu, 05 Maret 2011

Mahasiswa Cenderung Plagiat


Dalam mempublikasi suatu karya ilmiah hasil penelitian yang jelas ada hubunganya dengan masyarakat . Perlu memperhatikan beberapa hal. Seperti salah satunya dalam hal pengambilan suatu informasi milik orang lain. Terutama dalam pengambilan informasi tersebut perlu adanya pencantuman sumber yang terkait. Apabila terdapat pengambilan informasi tanpa sumber, bisa dikatakan sebagai kegiatan penjiplakan.

Penjiplakan (Plagiatisme) inilah yang merupakan kasus berat. Karena sudah menyangkut mengenai tidak ada pengakuanya terhadap hak milik seseorang.
Menurut Ali Saukah,salah satu pembicara dari Universitas Negeri Malang. Bisa disebut sebagai penjiplakan terjadi saat mengambil informasi ataupun pendapat oranglain tanpa dimenyebutkan sumbernya. Pengambilan dapat berupa keseluruhan ataupun sebagian dari hasil tulisan orang lain. Ataupun mengambil ide dari seseorang tanpa mencantumkan sumber. Bahan yang diperolehnya dari internet ini merupakan panduan untuk mahasiswa di Indiana university di Lumingston America. “Agar mereka para mahasiswa dalam menulis retroduction mereka terhindar dari plagiasi tanpa sengaja “, ujarnya dalam workshop bertemakan “Strategi Publikasi Karya Ilmiah Hasil Penelitian” di Auditorium UNNES, sabtu (26/2).
Salah satunya yang dianggap baik dan dapat bisa mengurangi kesalahan dalam penulisan karya ilmiah adalah selama ini masih “adanya kecenderungan yang dilakukan oleh mahasiswa yang merasa tidak mengutip lagi”, ungkapnya . Karena mahasiswa menganggap apa yang mereka tulis sudah menjadi pengetahuan umum, rumus umum. Misalnya saja fakta bahwa di Indonesia itu menggunakan kurikulum KTSP. Itu tidak lagi ada, jadi public knowledge.
Memparafasekan suatu informasi yang diambil dari orang lain. Walaupun sudah dialihkan menggunakan kata-kata sendiri. Namun apabila masih jelas terdapat kesamaan kata-kata dengan penulisan aslinya masih dapat dikatakan dalam plagiatisme.
Selain itu Ali Saukah menambahkan perlu adanya pembatasan karya tulis ilmiah. Untuk mengurangi penggunaan kertas. Seperti halnya yang sudah diterapkan di Malang. Dalam penulisan kaya ilmiah pada bagian seperti pendahuluan dan juga isi bisa dikurangi. Bukan lagi paling sedikit berapa halaman tetapi paling banyak berapa halaman. Apalagi sesuai dengan program UNNES konservasi yang mengurangi penggunaan kertas atau paperless.
Dalam bahan juga disebutkan juga mengenai cara bagaimana menghindari plagiatisme yang secara tidak sengaja dilakukan dalam penulisan karya ilmiah. Karena pada dasarnya dalam kasus pengambilan informasi tanpa menyebutkan sumber secara jelas. Baik itu disengaja maupun tidak. Keduanya dianggap sama dalam ranah hukum.
Supaya tidak disebut sebagai penjiplak. Dalam pengambilan karangan penulisan harus memenuhi standar yang ada. Selain pemberian sumber. Juga dapat disertakan tanda jelas. Seperti halnya tanpa petik maupun bercetak miring.
Acara yang diselenggakan oleh program pasca sarjana UNNES ini bertujuan untuk memotivasi dalam publikasi karya ilmiah, sesuai dengan tema yang diusung. Workshop ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari mahasiswa dan dosen dari program pasca sarjana UNNES dari berbagai wilayah seperti Solo dan Semarang sendiri.
Didalamnya terdapat diskusi panel hasil penelitian dari alumni program pasca sarjana UNNES, seperti Bambang Sumardjoko, Trisyono dan Achmad Hilal Madjdi. Dalam diskusi panel setiap penyaji memaparkan hasil penelitianya didepan 720 peserta yang hadir. Baru setelah diskusi panel diteruskan siding parallel yang dibagi tiga kelompok. Pada masing-masing kelompok terdapat penyaji, moderator juga notulen. Peserta dapat memasuki tempat yang diinginkan. Karena setiap kelompok mempunyai penyaji yang memaparkan karya ilmiah sesuai program studi. “Peserta dibebaskan untuk keluar masuk dari kelompok satu ke kelompok lain sesuai dengan kebutuhan peserta atas penyaji”, Ujar ketua panitia workshop, Supriyadi.
Penyelenggaraan workshop juga melibatkan mahasiswa S1 UNNES untuk ikut membantu jalanya diskusi parallel.

--------------------------------------------------------
Walaupun mempunyai judul yang sama dengan berita kampus ekspress volume IX edisi 1. Tetapi isi yang saya poskan banyak yang berbeda.

Kenapa saya postkan berita ini? Karena berita ini adalah tulisan pertama saya yang tercetak dan disebarkan keseluruh UNNES. Okey, ini hal yang biasa bagi para senior di persma. Tapi bagi saya ini adalah hal luar biasa (ehm, tarik nafas dulu). Yah walaupun terkesan ndeso. Tidak bisa dipungkiri seneng banget rasanya. Yey! Apalagi saya ikut mendistribusikan di kawasan FBS. Bener-bener ikut bangga. :D

Terimakasih sekali pada senior yang sudah ikut andil (hahaha bener-bener keliatan ndeso). And thanks God :)

Jumat, 28 Januari 2011

Menulis dan Merajut yang Tidak Terurus

Banyak sekali ide yang menggantung di kepala. Tapi sulit untuk mewujudkanya dalam bentuk tulisan. Emang masih susah buat mengatur frekuensi dalam menulis. Rutinlah, minimal satu hari satu tulisan yang punya kualitas (andaikan saja cerpen atau yang lain). okey, tidak harus satu tulisan tapi menulis cukup setengah atau seperempat halaman saja.

Dasar watak manusia banyak malesnya. Buat nerapin sistem rutin itu sepertinya agak berat. Padahal tinggal ngetik dan posting. Toh udah ada koneksi internet unlimited juga yang siap dipakai kapan saja.

Semoga saja tulisan saya yang sekedar nyampah ini hanya sementara. Tidak berlanjut lama-lama. Kalopun masih nulis semacam ini, hanya sekedar sambilan. Jadi masih bisa menulis lainnya.

Oh ya, january 25. Before I went back to my house. I visited my lovely bookstore (No! that's not mine but that's a bookstore that always I visited to. Dan tujuan saya kesana adalah membeli buku untuk panduan merajut. And I got it.

Sebuah buku yang ditulis oleh Tatha Pang dengan judul Rajutan untuk pemula. Saya membelinya dengan harga 34.000 (jika saya bulatkan). Walaupun saya belum mempraktekannya. Tapi buku itu sudah aku bolak-balik halamanya dengan rasa antusias. Dan sekarang buku itu jadi bantalan mouse *soory*.

Sehari setelahnya ibu membelikan saya jarum hakken*jarum rajut* 2 jenis. yang berukuran 1,0-2,0 dan 3,0-4,0. Tinggal membeli benangnya. Semoga ini juga tidak terlantar.

Senin, 24 Januari 2011

a little feeling, we can learn


UNTITLED-Simple Plan Lyric
I try to see but I’m blinded by the white light
I can’t remember how
I can’t remember why
I’m lying here tonight

And I can’t stand the pain
And I can’t make it go awayNo I can’t stand the pain

How could this happen to me
I made my mistakes
I’ve got no where to runThe night goes on
As I’m fading away
I’m sick of this life
I just wanna scream
How could this happen to me

Everybody’s screamingI try to make a sound but no one hears me
I’m slipping off the edge
I’m hanging by a thread
I wanna start this over again

So I try to hold onto a time when nothing mattered
And I can’t explain what happened
And I can’t erase the things that I’ve done
No I can’t
How could this happen to me
I made my mistakes
I’ve got no where to run
The night goes on
As I’m fading away
I’m sick of this life
I just wanna screamHow could this happen to me

I made my mistakesI’ve got no where to run
The night goes on
As I’m fading away
I’m sick of this life
I just wanna scream
How could this happen to me


-------------
you know what? I was playing this song in many times, dan setiap kali saya memutar lagu ini.Termasuk malam ini. there is a big feeling that can't described. Rasa yang membawa ke suatu masa yang hanya berisi semua kegundahan, kegelisahan, kemuraman.

Sebenarnya saya benci untuk merasakanya. ini
seperti menyedot seluruh kebahagiaan yang sudah aku bangun dengan melupakan semua masa lalu yang buruk. But, I realize that last time is
a great momen can makes me (okey, not only for me, I can say we on it) built my future time in this case. all of memories, it can be happiness or sadness. Semua itu ada untuk mengadakan sekarang bahkan masa depan.

suatu kenangan itu tidak untuk dilupakan. Seburuk apapun itu. Dengan berbekal rasa yang didapatkan, tentu pelajaran bisa didapatkan. Kalau mau sedikit berpikir.
I GOT AND I LEARN!

oh ya, saya sekarang ada di kos. Dan tadi siang sempat bolak balik kampus untuk pengajuan beasiswa. Tapi saya sempat merasa kecewa. Sesaat setelah melihat papan pengumuman yang menyatakan bahwa sampai hari ini belum ada pemberitahuan khusus dari rektorat. Padahal teman sekamarku, anak ekonomi sudah mendapat jadwal pemberkasan dari fakultasnya. Entah ini ada apa sebenarnya?

Sebelum pulang saya sempat berfoto ria di gaze
bo samping gedung B4 dengan teman.
Sekar and me in action, orang gila B3
and that was make me better. :) and tonight, she'll sleep in my boarding house.
Thanks SEKAR

Jumat, 21 Januari 2011

Kelahiran IP Pertama



Setelah beberapa hari mengalami masa kritis yaitu kecemasan menghadapi hari yudisium. Akhirnya hari yang saya nanti datang juga.

Berbekal rasa pasrah dan harapan yang tinggal harapan. Pagi buta bangun menyingkap selimut. Dengan cekatan mengambil laptop di tas dan mulai menghidupk

annya. Tangan sudah gemetaran. Mulai membuka web

site universitas. Dan menuju kartu hasil studi (KHS). Saat setelah loading, Index Prestasi (IP) tidak langsung muncul begitu saja. Ternyata harus mengisi penilaian dosen yang kemaren mengampu selama satu semester dan sedikit saran. Baru bisa melihat nilai IP. dan tadaaa!


NIM :2201410119

NAMA :KHOLIF MAWADDA DIAN PRATIWI

JUMLAH MATA KULIAH : 7

IP SEMESTER INI : 3.55

MAKSIMAL SKS YANG DIAMBIL :24


angka 3.55 terpampang jelas. okey, tidak seburuk dugaan saya sebelumnya. cukup menggembirakan. apa? cukup? ini sangat menggembirakan. walaupun ada salah satu teman satu rombel (sebutan untuk satu dosen wali) yang mendapatkan hampir s

empurna.

Tapi apa salahnya berterimakasih atas IP ini. Thanks God! :)

Saya sadar kalau untuk semester ini saya belum maksimal dalam segala hal. Presensi-sempat sakit si-, kesadaran belajar tiap harinya, keaktifan dalam kelas, mengerjakan tugas dengan setengah hati, dan kemalasan yang merajalela.

Then? Saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk semester depan. Belajar! Serbu! Pasang nilai Sempurna!. ini ambisi anak muda. Semoga sesuai

dengan realnya.

not bad, but ini baik! yeah. dan setelah melihat nilai. saya masih sempat bernarsis ria . Langsung hidupkan cam di laptop dan sempat berfoto.

Ini adalah dampak kegilaan sesaat juga kealayan. Ditakutkan akan menimbulkan kegilaan permanen. Payah!

Sudah jangan banyak cingcong. Bye. HIDUP MAHASISWA!


Selasa, 23 November 2010

kau tak sengaja lupa, tapi memang tak perlu diingat

Aku sadar. Mata yang berpedar tak akan berhenti mencari sosok diri. Yang aku kenali sejak dulu. Aku yang mencari dirimu.

Dari beribu rangkaian kata yang sudah dikirim. Kembali aku mencari namamu. Seperti mencari nasi ditumpukan jerami. Itu mustahil menemukanmu. Pun hingga ujung senja.

Aku juga menjaga disetiap dering handphone. Sekedar sekelebat ucapan. Cukup satu ucapan. Aku menunggu. Namun tak satupun pesan darimu. Sudah sedetikpun tak akan kau luangkan untukku.


Benar. Untuk apa kau mengingat. Sesuatu yang tak bisa kulupa. Karena kita bukan siapa-siapa. Karna aku tahu ketika tak kau tanya. Kau sudah lupa. Siapa aku dan kepentinganku.

Mimpi-Mimpi

Aku punya mimpi banyak sekali. Mungkin kalo saja aku tulis dalam satu buku yang berhalaman 100, itu tidak akan cukup memuatnya. Saking banyaknya mimpiku. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik selalu saja muncul mimpi-mimpi yang baru. Mimpi itu dulunya hanya menempati ruang kecil disudut otakku. Hanya ruang kecil sekali. Tidak ada 1% dari keseluruhan otakku. Tapi semenjak aku bertemu dengan seorang gadis yang ambisius di ujung jalan tak jauh dari tempat aku tinggal. Dunia seakan berubah. Mata binarnya selalu menyita seluruh perhatian. Seakan dia ingin tau lebih dari dunia ini. Senyumnya yang sumringah menunjukan gayanya yang begitu mudah mendapatkan teman dimana ia berada. Caranya dia berbica, menyedot perhatian semua yang ada didekatnya. Idenya, mimpinya, semangatnya, ambisinya, dan usahanya membuatku berada dititik kebosanan pada hidup yang datar. Dan mulai dari itulah. Mimpiku ditumbuhi jamur. Lalu merambah memenuhi setiap ruang diotakku. Sekarang, aku sudah meminjam ruang lain disetiap sendi diseluruh tubuh. Disana mereka, mimpiku berdesakan. Mendorongku untuk melakukan sesuatu lebih dari yang biasanya. Dan membiarkan mimpi mulai berubah menjadi sesuatu yang benar-benar nyata.

Mimpi berubahlah jadi nyata.

Sabtu, 04 September 2010

kau tak sengaja lupa, tapi memang tak perlu diingat

Aku sadar. Mata yang berpedar tak akan berhenti mencari sosok diri. Yang aku kenali sejak dulu. Aku yang mencari dirimu. Segala hal tentang namamu. Tentang bayangmu. Tentang sekelebatmu.

Dari beribu rangkaian kata yang sudah dikirim. Oleh banyak orang. Kembali aku mencari namamu. Seperti mencari matahari di waktu hujan. Itu mustahil menemukanmu. Pun hingga ujung senja. Aku tak dapatkan apa yang aku cari seharian. Masih dengan penuh harapan. Agar aku menemukanmu. Agar aku tidak takut kalau kau lupa hariku. Agar semua rasa takut ini tak terbuktikan.

Aku juga menjaga disetiap dering handphone. Sekedar ucapan. Cukup satu ucapan. Aku menunggu. Namun tak satupun pesan darimu. Tak sedikitpun kau luangkan untukku.


Benar. Untuk apa kau mengingat. Sesuatu yang tak bisa kulupa. Karena kita bukan siapa-siapa. Karna aku tahu ketika tak kau tanya. Kau sudah lupa. Siapa aku dan kepentinganku.Bukan hal yang harus kau hiraukan lagi.


Kita bukanlah kita yang dulu. Kita sekarang tinggal aku dan dirimu. Yang punya jalan sendiri.